Jumat, 05 April 2013

Mengenang Puing-Puing Sejarah Tanah Sunda

2 comments
Markas Besar Tentara di Yogyakarta memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung.Namun,Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta memerintahkan TRI mundur dari Bandung.Mengapa ada dua keputusan yang berbeda..??
Tentara Sekutu dan NICA Belanda menguasai wilayah Bandung Utara.
Tepatnya di utara jalan kereta api yang membelah Kota Bandung dari Timur ke Barat.Mereka kuat,mereka memberikan ultimatum kepada Tentara Republik Indonesia ( TRI )
"Pada 23 Maret 1946,TRI harus mundur sejauh 11km dari pusat kota" Demikian isi ultimatum tersebut.

Selama ini wilayah yang dikuasai TRI berada di selatan jalan kereta api.Ultimatum menyebutkan paling lambat pada tengah malam 24 Maret 1946.Tuntutan kolonialis itu disetujui oleh Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta.Padahal,Markas Besar di Yogyakarta telah memerintahkan TRI untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Bandung.Karena ada dua perintah yang berbeda,akhirnya diadakan musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan ( MP3 ) di hadapan semua kekuatan perjuangan,pada 24 Maret 1946."Keputusannya adalah membumihanguskan Bandung," kata Kolonel Abdul Haris Nasution,Komandan Divisi Siliwangi saat itu.Pembumihangusan tersebut mirip seperti yang dilakukan tentara dan rakyat Rusia saat menghadapi Jenderal Napoleon Bonaparte pada dekade 1810-an dan saat mengusir kekuatan tentara Nazi Hitler,Jerman.Keputusan pembumihangusan itu kini dinilai merupakan tindakan yang cukup tepat karena kekuatan TRI tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar.Disisi lain,tidak ada yang rela kota mereka dimanfaatka musuh.Masyarakat pun segera diminta mengungsi.

Dalam waktu tujuh jam,sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda lainnya,lantas meninggalkan kota menuju pegunungan di Selatan.Mereka juga membakar bangunan-bangunan penting disekitar rel kereta api dari Ujung Berung hingga Cimahi.Salah satunya Indisch Restaurant
yang berlokasi disebelah utara alun-alun kota (sekarang Bank BRI Asia-Afrika).TRI bersama-sama masyarakat mulai mengundurkan diri kearah selatan.Selanjutnya,TRI melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung.Surat kabar De Waarheid sebagaimana dikutip koran Soera Merdeka Bandung
(Juli 1946) memberitahukan bahwa di Downingstreer 10,London pada awal 1946,Inggris menjanjikan penarikan pasukannya dari Jawa Barat dan menyerahkan Jawa Barat kepada Belanda.Tujuannya sebagai basis militer untuk menghadapi Republik Indonesia.Kesepakatan dua sekutu Inggris dan NICA Belanda itu memunculkan perlawanan heroik dari masyarakat dan pemuda pejuang di Bandung.Tentara sekutu berusaha untuk menguasai Bandung meskipun harus melanggar perundingan dengan Republik Indonesia.
Agresi Militer Inggris dan NICA Belanda pun memicu tindakan pembumihangusan kota oleh para pejuang dan masyarakat Bandung.Warga Bandung memang cinta kotanya yang indah,tetapi lebih cinta Kemerdekaan.

Kini Bandung dilupakan,bahwa Bandung merupakan bagian terpenting berdirinya Republik Indonesia.dan kita tahu saat ini banyak kisah-kisah sejarah yang terlupakan,tidak hanya orang tua namun juga oleh para pemuda yang harusnya menjadi tonggak pengingat perjuangan para Pejuang Kemerdekaan RI.Ada begitu banyak kisah heroik yang harusnya menjadi semangat kita para Pemuda untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan yang saat ini serangan pihak luar lebih besar darimana serangan mesiu dan granat dulu.Karena jika dulu,kita diserang fisiknya hingga mudah untuk menangkalnya namun jika menyerang karakter dan kepribadian ini sangat susah diidentifikasi hingga saat ini kita harus angkat bendera putih saat diserang oleh pihak luar.Ini tugas kita kawan,kita tak bisa diam karena jika kita diam nanti adik-adik kita,anak-anak kita akan lebih para diserang oleh pihak luar.Lalu apa yang harus kita lakukan??
Mari berkreasi dan berinovasi menciptakan karya sendiri yang dapat digunakan oleh bangsa sendiri hingga kita tanpa segan berkata AKU BANGGA JADI ANAK INDONESIA..!!

| Sekretariat BEM KM UNSRI | Sabtu 06 Maret 2013

2 komentar: